UNIMALNEWS | Lhokseumawe - Sejumlah mahasiswa dari Universitas Malikussaleh (Unimal) menghadiri acara “Lokakarya Penulisan Esai bagi Generasi Muda Terbina Literasi” yang berlangsung pada Selasa, 19 Mei 2026 di Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe. Kegiatan ini diprakarsai oleh Balai Bahasa Provinsi Aceh dengan tujuan ntuk meningkatkan keterampilan menulis dan merangsang minat baca di kalangan kaum muda. Acara ini diadakan sebagai bagian dari upaya strategis untuk mengasah kreativitas pemuda, terutama mahasiswa, agar dapat menuangkan gagasan kritis mereka dalam bentuk esai yang terorganisir dengan baik.
Lokakarya intensif yang berlangsung sejak pukul 08.30 s.d. 17.00 WIB ini dipusatkan di Aula Kampus UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe. Agenda ini menjadi ruang strategis bagi para peserta untuk mengasah kepekaan sosial dan menuangkan gagasan-gagasan solutif secara terstruktur. Kepala Balai Bahasa Provinsi Aceh, Muhammad Irsan, S.S., M.Hum. mengungkapkan, "Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan menulis esai, memicu minat literasi, sekaligus memberikan wadah bagi mahasiswa dan organisasi kepemudaan agar mampu mengomunikasikan ide-ide mereka secara efektif kepada publik".

Salah satu peserta, yaitu Teddi menuturkan “Setelah mengikuti lokakarya ini, saya menjadi lebih paham bagaimana cara menyusun kerangka berpikir dan teknik menulis esai yang berkualitas. Langkah selanjutnya adalah mengimplementasikan pengetahuan tersebut dalam kehidupan perkuliahan dan memotivasi rekan-rekan mahasiswa lainnya di lingkungan kampus guna menghidupkan kembali budaya menulis”.
Untuk memastikan kualitas luaran dari lokakarya ini, pelaksanaan kegiatan sepenuhnya dibiayai oleh DIPA Balai Bahasa Provinsi Aceh Tahun Anggaran 2026. Selain mendapatkan bimbingan teknis yang komprehensif dari para pemateri, seluruh peserta yang hadir juga difasilitasi dengan sertifikat resmi, konsumsi, serta biaya transportasi lokal. Keterlibatan aktif dalam lokakarya berskala provinsi dinilai sangat krusial. Selain mempertajam kemampuan akademis di bidang kebahasaan, momentum ini menjadi wadah penting untuk saling berjejaring, bertukar pikiran dengan delegasi lain, serta memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan (agent of change) di tengah dinamika literasi digital. [Ulfatul]



