Sebanyak 154 mahasiswa baru Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Malikussaleh (Unimal), mengikuti kegiatan pengenalan akademik di Auditorium FKIP Unimal, Senin (7/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya program studi membekali mahasiswa baru dengan pemahaman mengenai lingkungan akademik, sistem perkuliahan, organisasi kemahasiswaan, serta arah pengembangan fakultas dan program studi. Mahasiswa juga mendapatkan sosialisasi visi dan misi FKIP serta Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia sebagai landasan dalam mengikuti proses pendidikan selama menempuh studi.
Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–10.00 WIB itu dipimpin langsung oleh Koordinator Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Pada sesi awal, mahasiswa diperkenalkan dengan struktur kepemimpinan di tingkat fakultas, jurusan, hingga program studi. Pengenalan tersebut diharapkan membantu mahasiswa memahami unit atau bagian yang harus dituju ketika mengurus berbagai keperluan selama menjalani perkuliahan.
Selain struktur kepemimpinan, mahasiswa baru mendapatkan sosialisasi mengenai visi dan misi FKIP serta Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Sosialisasi tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai arah, tujuan, dan fokus pengembangan institusi serta program studi. Dengan memahami visi dan misi sejak awal masa perkuliahan, mahasiswa diharapkan dapat menyelaraskan aktivitas akademik maupun kemahasiswaan dengan tujuan yang ingin dicapai program studi dan fakultas.
“Ini perlu kalian ketahui agar saat ingin mengurus kegiatan, seperti surat-menyurat, kalian tahu harus mengurus ke bagian mana, begitu juga ketika ingin bertanya hal-hal lain,” kata Koordinator Program Studi.
Mahasiswa baru juga diperkenalkan dengan Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia (Himasa). Ketua Himasa, Dea Putri Ananda, bersama pengurus inti memperkenalkan struktur organisasi serta sejumlah program kerja yang akan dilaksanakan selama masa kepengurusannya.
Dea mengajak mahasiswa baru untuk aktif berorganisasi dan memanfaatkan Himasa sebagai ruang untuk mengembangkan potensi serta berkarya. Namun, ia mengingatkan agar aktivitas organisasi tidak mengganggu kegiatan akademik.
“Walaupun kita terlibat di organisasi, kuliah tetap utama. Jangan sampai kita asyik berorganisasi, tetapi kuliah malah tidak jelas,” ujar Dea.

Pada sesi berikutnya, Koordinator Program Studi menjelaskan berbagai hal terkait akademik, mulai dari pengenalan dosen dan dosen pembimbing akademik, mata kuliah, masa studi, kriteria kelulusan, hingga ketentuan memperoleh predikat kelulusan dengan pujian (cum laude). Mahasiswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga etika dalam berkomunikasi dengan dosen.
“Kalian harus selesai tepat waktu, harus cum laude, harus fokus kuliah, dan menjaga etika berkomunikasi dengan dosen,” ujarnya.
Selain persoalan akademik, mahasiswa baru juga mendapatkan pemahaman mengenai pencegahan perundungan (bullying) dan pelecehan seksual di lingkungan kampus. Koordinator Program Studi meminta mahasiswa tidak ragu melaporkan apabila menemukan atau mengalami tindakan tersebut.
“Jangan takut melapor ke prodi. Semua laporan kita terima, identitas pelapor kami rahasiakan,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa tidak boleh ada ruang bagi perundungan maupun pelecehan seksual di lingkungan Unimal.
Kegiatan tersebut dihadiri unsur pimpinan dan staf Jurusan Pendidikan Ilmu Terapan, dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Koordinator Program Studi, serta pengurus Himasa.
Melalui kegiatan pengenalan akademik dan sosialisasi visi misi tersebut, mahasiswa baru diharapkan tidak hanya memahami sistem perkuliahan dan layanan akademik, tetapi juga mengetahui arah pengembangan fakultas dan program studi. Pemahaman tersebut diharapkan menjadi dasar bagi mahasiswa untuk berperan aktif dalam mencapai tujuan pendidikan Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia selama menempuh studi di Unimal. [Mahsa]